Jumat, 09 Desember 2011

IGD (Internal Group Disscussion) 3


Bidang Penalaran dan Keilmuan HIMESBANG FE UNSOED 2011
Feat. Kelompok Eksekutif HIMESBANG FE UNSOED 2011.


Tema                                       :
Tinjauan Fluktuasi Harga Emas (Logam Mulia) dari Sudut Pandang Nasional dan Internasional.

Moderator                              :
Staf Bidang Penalaran dan Keilmuan 2011

A.    SPESIFIKASI MATERI
Permasalahan                                                :
Emas adalah komoditas yang sangat independen, harganya hampir sepenuhnya dipengaruhi pasar. Meskipun pemerintahan-pemerintahan di dunia berusaha mempengaruhi harga emas, kemampuan mereka terbatas dan makin lama makin habis pengaruhnya.  Emas, akhir-akhir ini banyak diburu pasar. Selama beberapa tahun terakhir Si kuning kinclong ini terus mengalami kenaikan. Masyarakat banyak yang sudah menyadari keunggulan investasi emas dan mulai menyimpannya. Baik dalam bentuk fisik maupun dalam bentuk sertifikat. Lantas kira-kira apa yang membuat harga emas itu naik terus?
Harga emas terus mengukir rekor tertingginya dibeberapa bulan terakhir ini. Bahkan tercatat melampaui 1900 dolar AS per troy ounce atau naik sekitar 30 persen selama beberapa minggu terkahir ini.  Beberapa bank internasional terkemuka sudah memperbaharui prediksi harga ke depan emas mereka. JPMorgan memperkirakan harga emas spot akan terus naik hingga 2.500 dolar AS per troy ounce pada akhir tahun nanti, naik dari perkiraan sebelumnya yaitu 1800 dolar AS, Selain JPMorgan, Morgan Stanley, ANZ, Barclays Capital, Goldman Sachs, HSBC serta beberapa produsen emas dunia juga menaikan prediksi atas harga emas mereka dalam beberapa tahun mendatang.
Faktor – faktor yang diduga mempengaruhi fluktuasi harga emas adalah : Nilai tukar (kurs), kepanikan fianansial secara global, kenaikan inflasi yang meleset, supply dan demand emas, tingkat suku bunga, harga minyak dunia, dan situasi politik internasional,
Ada beberapa isu-isu nasional juga yang kiranya membutuhkan pembahasan terkait masalah emas ini, yakni emas dipandang mempunyai nilai yang lebih stabil dari pada uang kertas, uang fiat atau banknotes selain itu pula seigniorage mempunyai berbagai dampak buruk menurut sistem ekonomi islam yang berpendapat bahwa mata uang gold dinar atau dirham lebih baik dari uang fiat Fiat Money.




Berikut adalah tabel fluktuasi harga Emas

Dinar & Dirham
30-Nov-2011 12:30  



Item
Jual (Rp)
Beli (Rp)
Dinar
2,288,727
2,197,178
Dirham
68,706
65,958
 


Emas


Rp/Gr
526,407
505,351
US$/Ozt 1,720.15 IDR/USD 9,163




Ketika diawal tahun 80-an Presiden Amerika Ronald Reagan berhasil menurunkan inflasi di negaranya tinggal kurang dari ¼-nya dalam tiga tahun awal pemerintahannya (dari 13.56% ke 3.22 % !), harga emas dunia dalam US$ serta merta mengikuti trend menurun dari angka US$ 615/Oz  ke titik terendah US$ 271/Oz dua puluh tahun kemudian (2001). Dan sejak diturunkan oleh Reagan tersebutlah rezim inflasi Rendah di Amerika relatif bisa dipertahankan atau setidaknya tidak kembali ke double digit seperti pada pemerintahan sebelum Reagan hingga sekarang. Apakah ketika harga emas dunia turun selama bertahun-tahun tersebut harga emas dalam Rupiah ikut turun ?, ternyata tidak. Ketika harga emas dunia bearish (menurun) selama dua puluh tahun; harga emas di Indonesia hanya turun dua tahun saja yaitu dari kisaran Rp 11,500/Gram (1980), turun ke angka Rp 7,000/Gram (1982) dan kembali naik melebihi angka tertinggi sebelumnya Rp 12,000/Gram (1983) terus sampai puncaknya 15 tahun kemudian pada krisis moneter 1998 ketika emas berada pada kisaran angka Rp 149,000/Gr. Pasca krisis moneter memang emas sempat turun lagi selama dua tahun sampai titik terendah Rp 58,000/Gram tahun 2000, tetapi setelah itu dari tahun ketahun harga emas naik sampai ke angka sekarang di kisaran harga Rp 350,000/Gram. Poin yang ingin saya sampaikan adalah, karena uang yang kita pakai sehari-hari Rupiah sedangkan harga emas dunia dalam US$; tidak serta merta apabila harga emas dunia mengalami penurunan – kita yang di Indonesia dengan uang Rupiah kita bisa ikut menikmati penurunan tersebut. Sebaliknya juga demikian, ketika US$ babak belur sehingga harga emas dunia naik sampai sekitar 30% selama setahun terakhir – tidak serta merta pula harga emas kita dalam Rupiah mengikuti kenaikan tersebut. Rupiah yang lagi perkasa mampu menahan kenaikan harga emas setahun terakhir sehingga hanya mengalami kenaikan kurang lebih separuh dari kenaikan harga internasionalnya. Perilaku harga emas dalam Rupiah yang berbeda dengan harga emas dalam US$ ini dapat lebih jelas bila dilihat dalam grafik-grafik seperti dibawah. Untuk 40 tahun terakhir, perhatikan di awal tahun 80-an sampai 2000 – dimana Rupiah tidak mengikuti trend penurunan harga emas dunia – bahkan mengalami kenaikan yang sangat significant di tahun 1998.


Trend Harga Emas 40 Tahun

Untuk grafik 10 tahun terakhir – perhatika periode akhir 2008- awal 2009 ketika Rupiah sempat anjlok ke kisaran Rp 12,000-an/US$. Pada saat itu harga emas dunia turun tetapi dalam Rupiah malah melonjak naik.


Trend Harga Emas 10 Tahun


Untuk grafik 1 tahun terakhir dimana Rupiah perkasa, perhatikan grafik Rupiah yang lebih landai karena mampu menahan kenaikan harga emas dalam Rupiah sekitar separuh dari kenaikannya dalam US$.

Trend Harga Emas 1 Tahun


Jadi bila pendapatan kita masih dalam Rupiah, kita tidak bisa hanya mengandalkan analisa emas Global untuk memahami trend harga emas kedepan. Kita kudu paham juga tentang situasi ekonomi politik dalam negeri khususnya terkait angka-angka inflasi. Wa Allahu A’lam. 

Tidak ada komentar: