Sabtu, 09 Oktober 2010

Tips Jitu Untuk MABA

Tips Jitu Untuk Mahasiswa Baru

Assalamualaikum...

Selamat datang mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNSOED, khususnya jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP). Masa depan kalian dimulai dari sini. Jangan sia-siakan waktu kalian untuk hal-hal yang tidak berguna selama 4 tahun ke depan karena durasi untuk mendapatkan gelar S1 ini tidak lah lama. Jadi, manfaatkan waktu dan lakukan yang terbaik!


Sebelum membahas panjang lebar tentang dunia kampus, saya ingin sedikit memberikan gambaran tentang jurusan IESP. Jurusan IESP adalah salah satu jurusan di antara 2 jurusan (Manajemen dan Akuntansi) yang ada di Fakultas Ekonomi UNSOED. Ilmu-ilmu yang dipelajari pada jurusan ini merupakan ilmu murni (pure science), berbeda dengan yang dipelajari pada jurusan Manajemen dan Akuntansi yang merupakan ilmu terapan (applied science). Oleh karena itu, hal menarik yang kita alami ketika kita belajar ilmu ekonomi murni ini adalah bagaimana kita mengembangkan otak kanan dan otak kiri kita, di mana secara bersamaan ketika kita belajar teori-teori ekonomi, saat itu juga kita mengembangkan daya imajinasi kita dalam menganalisis masalah-masalah ekonomi. Namun, bukan imajinasi yang kosong, tetapi semakin baik imajinasi kita, maka akan lebih mudah kita dalam memahami ilmu ini, secara teori maupun aplikasinya secara nyata (fenomena-fenomena ekonomi). Satu hal lagi yang penting, yang membedakan dengan jurusan Manajemen dan Akuntansi, adalah bahwa mahasiswa/lulusan IESP dipersiapkan untuk menjadi pengambil keputusan/kebijakan (decision maker) di bidang ekonomi, penyusun/perencana pembangunan ekonomi, pemberi pertimbangan (analis) dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi, bukan sebagai pelaksana/pekerja (workers) yang memang dipersiapkan oleh jurusan Manajemen dan Akuntansi. Jadi, kita dapat melihat pebedaannya secara jelas. Dengan memahami pebedaan ini, diharapkan mahasiswa baru IESP dapat memfokuskan diri dan serius sejak dini dalam mempelajari bidang ilmunya, ilmu ekonomi.


Dengan keunggulan kompetensi yang dimiliki oleh seorang mahasiswa ataupun lulusan IESP, maka dalam dunia nyata, diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pemecahan masalah terhadap fenomena ekonomi yang terjadi, meskipun hanya sebatas gagasan/ide. Di pasar dunia kerja, lulusan IESP akan dapat memasuki berbagai lapangan pekerjaan, misalnya di PERBANKAN (Bank Indonesia, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Danamon, Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank NISP, BII, Bank Jateng, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Central Asia, Bank of Tokyo, dll.), DEPARTEMEN (Departemen Keuangan; Departeman Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi; Departemen Tenaga Kerja, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS;BAPEPAM; JAMSOSTEK), PEMERINTAHAN DAERAH (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah/BAPPEDA; Sekretaris Daerah/SETDA; Dinas Peridustrian, Perdagangan, dan Koperasi; Dinas Tenaga Kerja, dll.), SWASTA (Pegadaian, ASTRA, FIF, Adira Finance, WOM Finance, dll.).

Sekarang, apa yang mesti dilakukan oleh mahasiswa baru supaya kelak dapat memanfaatkan waktunya semaksimal mungkin dengan hal-hal/kegiatan-kegiatan yang dapat membekali dirinya sehingga kelak dapat menjadi lulusan yang berkualitas, sesuai dengan bidang ilmunya.


Pertama
, fokuskan pada akademik, karena niat dan tugas utama setiap mahasiswa adalah belajar menuntut ilmu sesuai dengan bidang ilmu yang diminati dan dipelajari. Di samping ini merupakan tanggung jawab terhadap diri sendiri, juga tanggung jawab kepada orang tua yang membiayai kita hingga kuliah. Caranya adalah dengan mengikuti perkuliahan dengan rajin, memperhatikan penjelasan dosen ketika menyampaikan kuliah dengan mengikuti aturan yang disepakati dosen-mahasiswa pada awal perkuliahan (kontrak pembelajaran/perkuliahan), melengkapi catatan dari dosen dengan mencari sumber-sumber referensi (buku referensi di perpustakaan, internet, jurnal, skripsi, tesis, dll.), belajarlah dengan enjoy, buka kembali kuliah yang sudah pernah disampaikan (paling tidak sempatkan waktu minimal seminggu sekali), jadi ketika menjelang ujan tengah semester/ujian utama semester tidak perlu susah payah belajar "Sistem Kebut Semalam/SKS", sering-seringlah berdiskusi dengan teman atau dosen tentang ilmu yang sedang dipelajari untuk mempertajam pemahaman dan analisisnya serta mampu mengembangkannya. Insya Alloh Indeks Prestasi (IP) nya akan tinggi.


Kedua
, ikuti beberapa kegiatan kemahasiswaan (latihan berorganisasi), karena ini akan melatih kecerdasan emosianal (emotional quotien) kalian. Dengan aktif mengikuti kegiatan organisasi kampus, maka kalian akan dilatih bagaimana menghadapi dan memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari atau singkatnya "latihan bersosialisasi". Ini penting karena kepandaian ilmu tanpa diiringi dengan kecerdasan emosional, maka tidak akan banyak bermanfaat ilmu yang ia dapatkan, misalnya kesulitan dalam menyampaikan ilmu/pengetahuan, tidak pandai bergaul, susah berdiskusi dengan orang lain, tidak mau menerima masukan orang lain, dll. Mahasiswa atau siapapun yang aktif dalam berorganisasi, maka dia akan dapat menempatkan/menyesuaikan diri di mana saja berada dan dalam situasi bagaimana pun sehingga dia akan cenderung mempunyai daya tahan (survive) dan daya juang (struggle) yang tinggi.


Ketiga, lengkapi dengan kemampuan (skill) bahasa inggris dan komputer, ini syarat minimal yang harus kalian punyai. Berdasarkan beberapa masukan dari alumni kita bahwa lulusan FE UNSOED sudah cukup berkualitas (kecerdasan, kompetensi, komitmen, kejujuran), tetapi kurang dalam skill "bahasa inggris". Mumpung masih awal, para mahasiswa baru harus mempunyai prioritas untuk menguasai kemampuan bahasa inggris, baik pasif maupun aktif, sehingga lulus nanti sudah siap dengan skill bahasa inggris nya. Penguasaan komputer yang paling dasar dikuasai adalah Microsoft Office (Microsoft Word, Excell, Powerpoint, biasanya ditambah Access), kemudian nanti selama berproses harus dapat menguasai SPSS dan Eviews (untuk pengolahan data untuk pembuatan penelitian, skripsi, dll.).


Buat para (calon) organisatoris kampus...


Langkah yang kalian lakukan sudah benar. Kemampuan berorganisasi memang sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi ketika nanti berkompetisi di dunia kerja. Saya hanya mengingatkan, tugas utama kalian jangan sampai terlupakan, yaitu memperoleh selembar kertas yang ditandatangani Rektor sebagai bukti kalian telah memperoleh gelar Sarjana, yang akan kalian persembahkan kepada Bapak dan Ibu kalian. Itu adalah hadiah terbaik buat Bapak dan Ibu kalian. Jangan lupa, salah satu kebanggaan orangtua adalah ketika dapat menyekolahkan anaknya sampai sarjana dengan tuntas. Kondisi yang diharapkan adalah kalian PANDAI DI AKADEMIK, PANDAI JUGA BERORGANISASI".

Ohya, bagi semuanya, luangkan waktu untuk refreshing, karena refreshing yang cukup juga akan memulihkan kondisi pikiran dan fisik kita di samping menghilangkan kejenuhan rutinitas sehari-hari. Dan, kunci keberhasilan itu semua adalah bagaimana menyeimbangkan tiga unsur yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Saya sangat menekankan kalian untuk mengasah kecerdasan spiritual dengan banyak mendekatkan diri kepada Alloh SWT karena Alloh lah yang akan memudahkan setiap langkah kita. Betapa pun kita berusaha semaksimal mungkin, tetapi Alloh tidak menolong kita, ya semua akan menjadi sia-sia. Jadi, Alloh adalah di atas segala-galanya.

Manfaatkan waktu, Lakukan yang terbaik, Jalani secara ikhlas, Hadapi dengan senyuman...

Wassalamualaikum...

Agus Arifin, S.E., M.Sc.

(Dosen Muda IESP, Sekretaris Lab Pengembangan IESP, Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa IESP 2002-2003, email: arifin_ie@yahoo.co.id)

Redenominasi Bukan Pemotongan Uang

Redenominasi Bukan Pemotongan Uang

Sejalan dengan perkembangan perekonomian nasional menghadapi tantangan ke depan berupa integrasi perekonomian regional, saat ini Bank Indonesia tengah melakukan kajian mengenai penyederhanaan dan penyetaraan nilai Rupiah atau biasa disebut redenominasi.

Redenominasi bukanlah sanering atau pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. Redenominasi biasanya dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil dan menuju kearah yang lebih sehat. Sedangkan sanering adalah pemotongan uang dalam kondisi perekonomian yang tidak sehat, dimana yang dipotong hanya nilai uangnya. Dalam redenominasi, baik nilai uang maupun barang, hanya dihilangkan beberapa angka nolnya saja. Dengan demikian, redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti pula penyederhanaan penulisan alat pembayaran (uang). Selanjutnya, hal ini akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.

"Redenominasi sama sekali tidak merugikan masyarakat karena berbeda dengan sanering atau pemotongan uang. Dalam redenominasi nilai uang terhadap barang (daya beli) tidak akan berubah, yang terjadi hanya penyederhanaan dalam nilai nominalnya berupa penghilangan beberapa digit angka nol", demikian tegas Pjs. Gubernur BI, Darmin Nasution.

Bank Indonesia memandang bahwa keberhasilan redenominasi sangat ditentukan oleh berbagai hal yang saat ini tengah dikaji sebagaimana yang telah dilakukan oleh beberapa negara yang berhasil melakukannya. Redenominasi tersebut biasanya dilakukan di saat ekspektasi inflasi berada di kisaran rendah dan pergerakannya stabil, stabilitas perekonomian terjaga dan ada jaminan terhadap stabilitas harga serta adanya kebutuhan dan kesiapan masyarakat.

Bank Indonesia belum akan menerapkan redenominasi dalam waktu dekat ini karena Bank Indonesia menyadari bahwa redenominasi membutuhkan komitmen nasional serta waktu dan persiapan yang cukup panjang. Oleh karena itu, dalam tahapan riset mengenai redonominasi ini, Bank Indonesia akan secara aktif melakukan diskusi dengan berbagai pihak untuk mencari masukan. Hasil kajian yang dilakukan BI akan diserahkan kepada pihak-pihak terkait agar dapat menjadi komitmen nasional.


Jakarta, 3 Agustus 2010

Direktorat Perencanaan Strategis
dan Hubungan Masyarakat-Bank Indonesia

Dyah N.K. Makhijani


Direktur

Artikel

Kota Magelang Peringkat Pertama

SEMARANG - Kota Magelang berhasil meraih peringkat pertama dalam Survei Daya Saing Daerah di Jawa Tengah 2010. Kota Magelang dinyatakan memiliki daya saing paling tinggi di antara 35 kota/kabupaten se-Jawa Tengah, dengan meraih skor 6,08.
Setelah Kota Magelang, masuk peringkat sepuluh besar, yakni Kabupaten Banyumas dengan skor 5,55, Kabupaten Kudus (5,35), Kabupaten Purbalingga (5,27), Kota Surakarta (5,05), Kabupaten Wonogiri (5,02), Kota Semarang (5,00), Kota Salatiga (5,00), Kota Tegal (4,96), dan Kabupaten Boyolali (4,77).
Menurut hasil survei yang diselenggarakan oleh Budi Santoso Foundation (BSF), Kantor Bank Indonesia (BI) Semarang, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng, Lembaga Kerja Sama Teknis GTZ melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah dan Wilayah (Local and Regional Economic Development-LRED), Suara Merdeka, dan Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng tersebut, keberhasilan Kota Magelang meraih peringkat pertama karena didongkrak oleh tiga kategori dari enam kategori subindeks yakni persepsi iklim usaha, kinerja pemerintah dan infrastruktur.
Survei ini melibatkan 2.100 responden, mencakup 1.995 responden dari kalangan pengusaha (57 pengusaha per kota/kabupaten) dan 105 responden dari pejabat pemerintah (tiga pejabat pemerintah per kabupaten/kota). Untuk responden pengusaha meliputi pengusaha mikro, kecil, menengah, dan besar.
Direktur Eksekutif Budi Santoso Foundation (BSF) Adi Ekopriyono mengatakan, persepsi pengusaha terhadap iklim bisnis (business perception) di Kota Magelang mencapai skor 9,02.
Keberhasilan Magelang terkait dengan hasil persepsi pengusaha yang positif baik terhadap iklim bisnis saat ini dibanding dengan dua tahun yang lalu, prospek bisnis dua tahun yang akan datang, persepsi positif pengusaha terhadap konsistensi aparat, maupun penilaian pengusaha terhadap perubahan iklim bisnis secara keseluruhan.
“Untuk subindeks kinerja pemerintah, penilaian yang positif didapat dari akumulasi indikator dalam sub-sub indeks kapasitas pemerintah. Artinya, Magelang senantiasa memelihara rekomendasi yang baik untuk terus dilaksanakan dari tahun ke tahun,” ujarnya saat memaparkan hasil Survei Daya Saing Daerah di Jateng 2010 di gedung JDC, kemarin.
Di Survei Iklim Usaha (Business Climate Survey - BSC) tahun 2007, Kota Magelang telah masuk dalam urutan kedua sebagai daerah yang memiliki daya saing terbaik yang didongkrak oleh kategori infrastruktur dan kapasitas pemerintah.


Instrumen

Mukti Asikin, Consultant GTZ Local and Regional Economic Development (LRED) Jateng mengatakan, survei daya saing daerah yang merupakan gabungan survei iklim usaha dan survei kinerja pemerintah serta infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan masuknya investasi di Jawa Tengah.
“Hasil survei daya saing daerah diharapkan menjadi instrumen untuk mendorong perbaikan. Jadi tidak selesai survei, hasilnya masuk laci,” katanya.
Diharapkan, hasil survei dapat mendorong kompetisi yang sehat antarkabupaten-kota di Jateng, dan menjadi data monitoring tentang perubahan iklim usaha dan investasi kabupaten/kota di Jateng, serta menyediakan data kinerja pemerintah maupun swasta.
Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Jateng, Didik Sukmono menambahkan, untuk daerah dengan peringkat bagus seharusnya dapat membuktikan bisa menjadi tempat usaha yang baik.(J8-53)

Suara Merdeka, 27 Agustus 2010

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH 4th ANNUAL CONFERENCES FORUM OF ECONOMICS (ALCOFE) 2010

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH 4th ANNUAL CONFERENCES FORUM OF ECONOMICS (ALCOFE) 2010

5 October 2010 by hmjepfeuns Leave a Comment

A. TEMA KARYA TULIS

Materi karya tulis ilmiah berhubungan dengan tema “Environmentally based Economy : Role of Government, Banking Sector, and Corporate” dengan memilih salah satu sub tema berikut ini:

1. Revitalisasi Sistem Perbankan dalam Mendukung Perekonomian Berbasis Lingkungan di Indonesia.
2. Sinergisasi Peran Pemerintah dan Perusahaan dalam Pengembangan Ekonomi Lingkungan

B. PERSYARATAN DAN PROSES SELEKSI PESERTA

Persyaratan Materi :

1. Karya tulis ilmiah merupakan hasil pemikiran orisinil dari penulis
2. Hasil karya tulis belum pernah dilombakan atau dimuat di media apapun atau dipublikasikan.
3. Hasil karya tulis belum pernah dipatenkan.

Persyaratan Peserta:

1. Peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah adalah mahasiswa S1 maupun D3 di seluruh Indonesia yang masih aktif mengikuti pendidikan.
2. LKTI ini diikuti peserta secara berkelompok (1 kelompok masing-masing berjumlah 2 orang atau maksimal 3 orang).

Periode penulisan dan pengumuman hasil seleksi

1. Batas akhir pengiriman karya tulis ilmiah adalah tanggal 31 Oktober 2010 (cap pos). Via email pada pukul 24.00 WIB
2. Penilaian karya tulis ilmiah dilakukan pada tanggal 1-12 November 2010.
3. Pengumuman finalis dilakukan pada 13 November 2010 melalui e-mail dan sms yang tercantum di biodata masing-masing peserta.
4. Untuk 10 Karya Tulis yang lolos seleksi diwajibkan untuk mengikuti technical meeting pada tanggal 25 November 2010 pukul 19.30 dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan sesuai acara.
5. Finalis yang terpilih akan melakukan presentasi pada:

Hari/tanggal : 26 November 2010

Tempat : Ruang Sidang 2 Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret

6. Teknis presentasi akan dibicarakan pada technical meeting.

1. Pemenang LKTI akan diumumkan pada saat Forum Nasional 4th ALCOFE tanggal 27 November 2010

C. PENGIRIMAN KARYA TULIS

Karya tulis ilmiah dikirmkan via email dan dibuat rangkap 3 (tiga) dan dijilid warna hijau muda, dikirim beserta 1 (satu) soft copy dalam bentuk CD ke alamat berikut (bagian pojok kiri atas amplop diberi tulisan “LKTI ALCOFE 2010”):

Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan

Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret

Gedung UKM FE UNS Lt.1

Jl. Ir. Sutami No.36A Kentingan, Surakarta 57126

e-mail: alcofe2010@ymail.com

cc : arifdarmawan1990@yahoo.com

*setelah mengirim dimohon untuk memberi konfirmasi kepada contact person

D. PENILAIAN KARYA TULIS (ON-DESK)

- Juri terdiri atas Praktisi dari Bank Indonesia dan Dosen FE UNS

- Kriteria dari karya ilmiah mahasiswa yang akan terpilih adalah :

* Originalitas ide dan gagasan : 35 %
* Kepatuhan dalam standar penulisan :10 %
* Argumentasi dan pandangan yang dikemukakan dalam karya tulis : 30 %
* Latar belakang situasi : 20%
* Tata bahasa yang digunakan : 5 %

Akan terpilih 10 finalis yang akan masuk ke babak final dan akan mempresentasikan hasil karya tulis dalam bentuk power point (.ppt) kepada dewan juri.

E. HADIAH

Tiga karya tulis ilmiah terpilih menjadi pemenang akan mendapatkan hadiah dengan rincian berikut:

Juara I:

Trophy Rektor UNS + Sertifikat + Uang Tunai sebesar Rp 1.500.000,-

b. Juara II:

Trophy Dekan FE UNS + Sertifikat + Uang Tunai sebesar Rp 1.250.000,-

c. Juara III:

Trophy Kepala Jurusan EP + Sertifikat + Uang Tunai sebesar Rp 1.000.000,-

*) 7 finalis yang lain mendapatkan sertifikat dan bingkisan menarik dari panitia.

CP : Arif Darmawan (+62 852 793 77780)

Jumat, 24 September 2010

CALL FOR ESSAY INDONESIA ECONOMIC OUTLOOK (IEO) 2011 KANOPI FEUI

DEADLINE CALL FOR ESSAY INDONESIA ECONOMIC OUTLOOK (IEO) 2011 KANOPI FEUI TINGGAL 1 BULAN LAGII!!!

IKUTI KOMPETISI ESAI IEO 2011: REKOMENDASI KEBIJAKAN INDONESIA DENGAN TEMA “PROSPECT AND CHALLENGES IN GLOBAL TRADE AND INVESTMENT”

BATAS PENGUMPULAN ESAI 31 OKTOBER 2010

Kompetisi esai rekomendasi kebijakan ini dilakukan dengan skala nasional untuk tingkat mahasiswa S1 sehingga diharapkan peserta kompetisi esai merupakan perwakilan mahasiswa dari universitas di seluruh Indonesia. Para peserta akan diwajibkan untuk membuat suatu esai ekonomi mengenai kondisi dan prospek perekonomian Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Hadiah:

Juara I : Rp 2.000.000,00
Juara II : Rp 1.500.000,00
Juara III : Rp 1.000.000,00

PENDAFTARAN

KIRIMKAN ESSAY ANDA KE EMAIL KOMPETISIESAI.IEO2011@GMAIL.COM
BESERTA BUKTI PEMBAYARAN REGISTRASI SEBESAR RP 50.000/TIM KE REKENING BERIKUT
(NAMA, NOMOR REKENING)
BUKTI PEMBAYARAN DAPAT DISCAN ATAU DIFOTO DAN DIKIRIMKAN BERSAMA DENGAN CV PESERTA

PENGIRIMAN PALING LAMBAT HINGGA 31 OKTOBER 2010

Contact Person:
Agustina (+62 856 9380 0929)

Info lebih lanjut bisa dilihat di Official Blog Kanopi FEUI
http://kanopi-feui.blogspot.com/2010/08/call-for-essay-indonesia-economic.html

Government Scholarships from Czech Republic in Bachelor/Master Study Programmes

The Government of the Czech Republic offers a number of scholarships within the framework of its Foreign Development Assistance Programme in support of the study of foreign nationals from developing countries at public institutions of higher education in the Czech Republic.

These so called Government Scholarships are designed to cover the standard length of study:

  1. in Bachelor/Master study programmes plus one-year preparatory course of the Czech language (which is combined with other field-specific training). Government scholarships of this category are awarded to graduates from upper secondary schools who can enrol only in study programmes in which they follow instruction in the Czech language. Depending on the subject area, applicants are normally required to take entrance examinations at the respective institution of higher education. The scholarship award is conditional upon a successful passing of entrance examinations;
  2. in follow-up Master study programmes or Doctoral study programmes. Government scholarships of this category are awarded to graduates from Bachelor or Master study programmes, respectively, who enrol in study programmes with instruction in the English language.



Study Areas Available in English:

  1. Economics
  2. Informatics
  3. Agriculture



Scholarship applications together with the required attachments are to be submitted to the appropriate Czech Embassy in the applicant`s country before the deadline set by the Embassy so that the applicants` dossiers reach the respective Czech authorities (Ministry of Foreign Affairs and the Ministry of Education, Youth and Sport) by 15 January each year.


Students who, at the time of application, stay in the Czech Republic may submit the respective documents to the Ministry of Foreign Affairs, Department for Development Co-operation, by 31 December of the preceding year at the latest.


Foreign nationals who have been granted permanent residence in the Czech Republic are not eligible to apply for Government scholarships.


A limited number of scholarships is offered to students from developing countries who file their applications with the respective National UNESCO Commissions. For contact information on individual local offices see http://www.unesco.org/ (and search under the heading Communities, National Commissions).


Applications sent directly to the Czech Ministry of Education, Youth and Sport will not be processed.


Prospective applicants are advised to address their inquiries concerning, among others, their eligibility and closing date for applications to the Czech Embassies in their countries.


Detailed information on the terms and conditions of scholarship awards is provided in the binding Instructions regarding the Scholarship Award Scheme of the Government of the Czech Republic issued in English (click to download inPDF (238.73 KB) or Word (188.50 KB)), which the prospective applicants are advised to peruse.

Scholarship application forms may be obtained from the respective Czech Embassies or downloaded here in PDF (137.23 KB) or Word (176.50 KB) format. (For the list of required attachments see part 1.1, 2.1 of the Instructions.)


Attachment f) Medicate Certificate must be issued on the official form that is available at the respective Czech Embassies and can be also downloaded here in English (PDF, Word).


For further details visit the website:
http://www.msmt.cz/international-cooperation-1/government-scholarships-developing-countries


_JS.

Daya Saing Daerah: Kota Magelang Peringkat Pertama

SEMARANG - Kota Magelang berhasil meraih peringkat pertama dalam Survei Daya Saing Daerah di Jawa Tengah 2010. Kota Magelang dinyatakan memiliki daya saing paling tinggi di antara 35 kota/kabupaten se-Jawa Tengah, dengan meraih skor 6,08.


Setelah Kota Magelang, masuk peringkat sepuluh besar, yakni Kabupaten Banyumas dengan skor 5,55, Kabupaten Kudus (5,35), Kabupaten Purbalingga (5,27), Kota Surakarta (5,05), Kabupaten Wonogiri (5,02), Kota Semarang (5,00), Kota Salatiga (5,00), Kota Tegal (4,96), dan Kabupaten Boyolali (4,77).


Menurut hasil survei yang diselenggarakan oleh Budi Santoso Foundation (BSF), Kantor Bank Indonesia (BI) Semarang, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng, Lembaga Kerja Sama Teknis GTZ melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah dan Wilayah (Local and Regional Economic Development-LRED), Suara Merdeka, dan Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng tersebut, keberhasilan Kota Magelang meraih peringkat pertama karena didongkrak oleh tiga kategori dari enam kategori subindeks yakni persepsi iklim usaha, kinerja pemerintah dan infrastruktur.


Survei ini melibatkan 2.100 responden, mencakup 1.995 responden dari kalangan pengusaha (57 pengusaha per kota/kabupaten) dan 105 responden dari pejabat pemerintah (tiga pejabat pemerintah per kabupaten/kota). Untuk responden pengusaha meliputi pengusaha mikro, kecil, menengah, dan besar.


Direktur Eksekutif Budi Santoso Foundation (BSF) Adi Ekopriyono mengatakan, persepsi pengusaha terhadap iklim bisnis (business perception) di Kota Magelang mencapai skor 9,02.


Keberhasilan Magelang terkait dengan hasil persepsi pengusaha yang positif baik terhadap iklim bisnis saat ini dibanding dengan dua tahun yang lalu, prospek bisnis dua tahun yang akan datang, persepsi positif pengusaha terhadap konsistensi aparat, maupun penilaian pengusaha terhadap perubahan iklim bisnis secara keseluruhan.


“Untuk subindeks kinerja pemerintah, penilaian yang positif didapat dari akumulasi indikator dalam sub-sub indeks kapasitas pemerintah. Artinya, Magelang senantiasa memelihara rekomendasi yang baik untuk terus dilaksanakan dari tahun ke tahun,” ujarnya saat memaparkan hasil Survei Daya Saing Daerah di Jateng 2010 di gedung JDC, kemarin.


Di Survei Iklim Usaha (Business Climate Survey - BSC) tahun 2007, Kota Magelang telah masuk dalam urutan kedua sebagai daerah yang memiliki daya saing terbaik yang didongkrak oleh kategori infrastruktur dan kapasitas pemerintah

.

Instrumen

Mukti Asikin, Consultant GTZ Local and Regional Economic Development (LRED) Jateng mengatakan, survei daya saing daerah yang merupakan gabungan survei iklim usaha dan survei kinerja pemerintah serta infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan masuknya investasi di Jawa Tengah.


“Hasil survei daya saing daerah diharapkan menjadi instrumen untuk mendorong perbaikan. Jadi tidak selesai survei, hasilnya masuk laci,” katanya.


Diharapkan, hasil survei dapat mendorong kompetisi yang sehat antarkabupaten-kota di Jateng, dan menjadi data monitoring tentang perubahan iklim usaha dan investasi kabupaten/kota di Jateng, serta menyediakan data kinerja pemerintah maupun swasta.


Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Jateng, Didik Sukmono menambahkan, untuk daerah dengan peringkat bagus seharusnya dapat membuktikan bisa menjadi tempat usaha yang baik.(J8-53)

Suara Merdeka, 27 Agustus 2010